ABU DZAR Al-GHIFARI,Pelopor Perlawanan

Siapa Abu Dzar Al-Ghifari ? Abu Dzar adalah orang suku Ghifar yang sangat penasaran sekali ingin bertemu dengan Nabi Muhammad, kenapa dia penasaran ? karena pada saat itu seluruh penduduk Mekah menyembah berhala, tapi pada saat Abu Dzar mendengar ada seseorang bernama Muhammad membawa ajaran baru (Islam) yang ajarannya tidak menyembah berhala. Pada saat itu penyebaran masih sangat terbatas dan dilakukan secara sembunyi-sembunyi, sehingga kepanasaran Abu Dzar ingin bertemu Nabi Muhammad tidak mudah terlaksana. Untuk itu Abu Dzar harus menyamar seperti orang yang hendak melakukan peribadatan kepada berhala-berhala disekitar Kabah.
Disuatu pagi, Abu Dzar pergi ke Kabah dan mendapati Muhammad saw duduk seorang diri dan kemudian ia menghampiri dan berkata,”Selamat Pagi, wahai kawan sebangsa.” Rasul menjawab, “Semoga kesejahteraan selalu menyertaimu, wahai sahabat”. Abu Dzar minta kepada Rasul untuk disenandungkan syair ciptaannya sendiri, namun Rasul menjawab, “Aku tidak punya syair yang bisa kusenandungkan. Ini adalah Al-Qur’nul Karim”.” Kalau begitu bacakanlah, “kata Abu Dzar. Kemudian Rasulullah membacakan ayat Alqur’an dan Abu Dzar mendengarkan dengan baik. Belum banyak ayat yang dibaca Rasulullah saw, Abu Dzar mengucapkan “Asyhadu alla ilahaillah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh( aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya)”
Pada saat Rasulullah mengetahui bahwa Abu Dzar berasal dari suku ghifar, maka Rasullah senang dan takjub, karena suku ghifar adalah perampok yang sangat kejam, bahkan sudah menjadi simbol perampokan. Untuk itu Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki.
Saat baru saja mengucapkan sahadat, ia bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasululllah, apa yang harus kukerjakan?”. Jawab Rasulullah “Kembalilah kepada kaummu sampai ada perintah dariku.” Perintah tersebut bertentangan dengan jiwa Abu Dzar yang berkarakter pemberani dam revolusioner dan karenanya malahan ia berkata,”Demi Zat yang jiwaku berada ditangan-Nya, aku tidak akan pulang ke kampungku sebelum meneriakkan Islam dalam Ka’bah”
Pada sat ia meneriakan , “Asyahadu alla ilaha illah, wa asyhadu anna Muhammadarrasulullah” didalam Ka’bah dan didengar oleh orang-orang kafir Quraisy, langsung dikepung dan dipukuli oleh orang-orang quraisy, namun paman Nabi lewat di tempat kejadian sehingga pemukulan dapat dihentikan dengan mengatakan “Wahai kaum Quraisy, kalian adalah para pedagang yang pasti melewati wilayah Ghifar. Dan orang ini termasuk tokoh Ghifar. Jika dia menggerakan kaumnya, kafilah dagang kalian akan celaka” ( Disarikan dari 60 Sirah Sahabat Rasululllah, Khalid Muhammad Khalid)

Dari sirah di atas, mari kita instropeksi, bagaimana kita telah mengimplementasikan islam dalam kehidupan kita dalam situasi yang lebih baik dibandingkan dimasa Abu Dzar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: