Oleh: bm56 | Oktober 19, 2012

Pentingnya Indikator sasaran dalam RPJMD

Dalam PP No 8 Tahun 2008 tentang TAHAPAN, TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH menyebutkan bahwa Peraturan Daerah tentang RPJMD ditetapkan paling lama 6 bulan setelah Kepala Daerah dilantik. Rencana Jangka Panjang Menengah Daerah (RPJMD) memuat Visi, Misi,Tujuan, Sasaran dan Program. Visi menggambarkan bahwa kedepan Provinsi/Kota/Kabupaten akan menjadi apa. Visi tersebut adalah visi yang dikampanyekan oleh Kepala Daerah terpilih. Untuk mencapai Visi tersebut ditetapkan Misi. Misi menggambarkan apa yang akan dilaksanakan sesuai dengan fungsi Pemerintah Daerah.

Dalam rangka pencapaian Visi dan Misi, maka ditetapkan Tujuan dan Sasaran. Tujuan dan sasaran harus bersifat “SMART”, artinya bahwa Tujuan dan Sasaran harus Spesifik, dapat diukur( Measurable), Dapat dicapai ( Atainable), dapat dilaksanakan (Realible) dalam waktu tertentu (Time Bound).Untuk Tujuan waktunya lima tahun,sedangkan sasaran antara satu s/d lima tahun. Tujuan merupakan penjabaran dari Misi dan dari Tujuan dijabarkan kedalam Sasaran. Agar Tujuan lebih “membumi” maka pada saat penjabaran dari Misi menggunakan Metode “SWOT”. Dengan metode “SWOT” kita dapat melihat diri kita baik dari sisi Internal diri kita (Orgnisasi) maopun ekstenal. Untuk internal berkaitan dengan Kekuatan (Strenght), Kelemahan (Weaks),khususnya berkiatan dengan 5 “M” yaitu Manusianya (Men), Methode, Material, Mesin,Money. Sedangkan untuk eksternal berkaitan dengan Kesempatan (Oportunity) dan ancaman(Threat).
Untuk dapat mengukur keberhasilan Tujuan dan Sasaran maka harus dilengkapi indikator. Tujuan dan Sasaran harus menggambarkan urusan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah.
Kondisi RPJMD yang ada sekarang tidak menggambarkan seperti uraian diatas, karena RPJMD tidak ada sasaran, kalaupun ada, tujuan/sasaran tidak SMART dan tidak dilengkapi dengan indikator. Kalaupun ada indikator hanya ada pada program. Indikator program hanya mengukur keberhasilan suatu program dan program sebagai alat untuk pencapaian tujuan/sasaran.
Jadi RPJMD yang ada sekarang tidak bisa diukur keberhasilannya,karena tidak punya indikator sasaran
Kenapa harus sasaran, karena sasaran merupakan penjabaran dari Visi-Misi-Tujuan-sasaran. Untuk mencapai sasaran, maka dipilih Program/Kegiatan yang tepat. Sebagai contoh sasaran ke jakarta (posisi di Bandung) indikatornya tiba dalam waktu 30 menit, maka kegiatan yang tepat adalah naik pesawat, sedangkan kalau naik kereta api, sampai ke jakarta, tetapi tidak sesuai dengan sasaran, karena indikatornya tidak tercapai.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: