Oleh: bm56 | Juli 28, 2010

Lingkungan Pengendalian

Dalam PP 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah(SPIP) salah satu Unsur mencapai tujuan SPIP adalah Lingkungan Pengendalian. Tujuan SPIP adalah untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi tercapainya efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan negara, keandalan laporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraruran perundangan-undangan.

Untuk menciptakan lingkungan pengendalian, maka Pimpinan Instansi Pemerintah dan seluruh pegawai harus menciptakan dan memelihara lingkungan dalam keseluruhan organisasi yang menimbulkan prilaku positif dan mendukung terhadap pengendalian intern dan manajemen yang sehat. Dalam menciptakan lingkungan tersebut maka perlu diciptakan kondisi-kondisi sebagai berikut :
– Penegakan integritas dan Nilai Etika
– Komitmen terhadap kompetensi
– Kepemimpinan yang kondusif
– Pembentukan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan
– Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang tepat
– Penyusunan dan penerapan kebijakan yang sehat tentang pembinaan sumber daya manusia
– Perwujudan peran aparat pengawasan intern pemerintah yang efektif
– Hubungan kerja yang baik demngan Instansi Pemerintah terkait
Berikut ini penjelasan masing-masing kondisi:

Penegakan Intergritas
Untuk penegakan intergritas diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:
– Menyusun dan menetapkan aturan prilaku
– Memberikan keteladanan pelkasanaan aturan perilaku pada setiap tingkat pimpinan Instansi Pemerintah
– Menegakan tindakan disiplin yang tepat atas penyimpangan terhadap kebijakan dan prosedur, atau pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.
– Menjelaskan dan mempertanggungjawabkan adanya intervensi atau pengabaian pengendalian intern
-Menghapus kebijakan atau penugasan yang dapat mendorong perilaku tidak etis
Dalam rangka penegakan integritas dan etika dalam suatu instansi pemerintah, maka ketauladanan pimpinan sangat diperlukan. Ketauladanan bukanlah yang dibuat-buat, tapi harus lahir dari hati yang paling dalam. Pimpimnan yang pura-pura baik didepan anak buahnya, tidaklah akan berhasil dalam penegakan integritas dan etika, bahkan dia akan diolok-olok anak buahnya, bila ketahuan belangnya. Jadi Pimpinan Instansi mempunyai peran sentral dalam penegakan intergritas dan etika.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: