Oleh: bm56 | Januari 2, 2010

Haji dan Perubahan

Mabrur adalah harapan setiap orang yang sudah melaksanakan Haji, karena Haji mabrur balasannya adalah surga. Berkaitan dengan surga adalah hak prerogratif Allah, yang penting untuk mendapatkan surga, bagi kita adalah berusaha mengikuti perintah dan larangan-Nya.
Haji adalah rukun islam yang kelima, sedangkan rukun islam yang lainnya adalah : Syahadat, Sholat, Shaum, Zakat.
1.Syahadat adalah pernyataan/komitmen kita atas pengakuan eksistensi Allah, serta eksistensi Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah. Dengan pengucapan syahadat ini mempunyai konsekwensi kepada kita tunduk perintah dan Larangan Allah serta tatacara ibadah kita harus mengikuti yang dicontohkan Nabi Nuhammad Saw.
2.Sholat pada prinsipnya adalah pengakuan kita atas kebesaran Allah yang diekpresikan melalui takbir pada saat mulai sholat. Sholat wajib dilaksanakan lima kali sehari, disamping sholat-sholat sunat lainnya. Sholat merupakan tiang agama. Tata cara sholat harus mengikuti contoh Rasululllah.
3.Shaum/Puasa , tujuan dari pada shaum adalah diperuntukan untuk orang yang beriman dalam rangka peningkatan ketaqwaan. Shaum yang wajib dilkasanakan sebulan penuh pada bulan ramadhan, disamping shaum wajib ada juga shaum sunat yang dilaksanakan diluar bulan ramadhan. Tata cara shaum harus mengikuti contoh Nabi Muhammad Saw.
4.Zakat, adalah perintah Allah kepada kita untuk mengeluarkan sebagian dari harta kita fakir miskin. Tata cara zakat harus mengikuti tuntunan dari Nabi Muhammad Saw.
5.Haji, Ibadah haji pada prinsipnya adalah pernytaan atas komitmen kita atas kekuasaan Allah atau penghambaan diri kita terhadap Allah Swt. Dalam ibadah haji ada ritual yang memberikan makna bahwa tidak ada kompromi dengan kebatilan, yaitu melempar jumroh. Dalam tatacara ibadah haji harus mengikuti contoh Nabi Muhammad Saw.
Bila pada saat akan berngakat haji, kondisi pemahaman dan pengamalan 4 rukun islam lainnya sudah cukup, maka sudah dipastikan bahwa setelah haji akan memperkokoh dirinya atas komitment terhadap Allah dan berani untuk membasmi kebatilan. Kondisi haji yang demikian akan makna terhadap lingkungan sosialnya.
Bila setalah naik haji, tidak ada perubahan yang berarti atas dirinya dan lingkungannya, maka perlu kita evaluasi pemahaman dan pengamalan ke empat rukun lainnya. Untuk kondisi haji semacam ini, maka perlu memperbaiki pelaksanaan rukun islam lainnya.
Bila haji ingin memberikan perubahan yang berati, maka pelaksanaan rukun islam tidak bisa partial tapi harus satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Untuk orang yang akan berangkat haji dengan kondisi pemahaman dan pengamalan rukun islam yang kurang baik ditambah lagi biaya hajinya dari hasil korupsi, maka haji yang demikian jangan diharap memberikan perubahan yang berarti terhadap dirinya maupun lingkungannya.
Pada saat ini, disamping kita melakukan ibadah haji, juga melakukan sholat-sholat lima waktu di Masjid Nabawi di Madinah dan juga berziarah ke makam Nabi Muhammad, tapi sangat disayangkan masjid Nabawi yang indah tersebut tidak memberikan gambaran bagaimana Nabi Muhammad membangun sosial kemasyarakatan melalui masjid atau yang kita kenal adalah masyarakat madani. Bila ini tergambarkan, maka akan memberikan semangat para haji untuk berkiprah d imasyarakat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: