Oleh: bm56 | April 15, 2012

Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah/SPIP( PP 60 Tahun 2008)

Dalam pasal 2 PP tersebut menyebutkan bahwa untuk mencapai pengelolaan negara yang efektif, efisien, transparan dan akuntable, Menteri/Pimpinan Lembaga,Gubernur, Bupati/Walikota wajib melakukan penegendalian atas penyelenggaran kegiatan pemerintahan.
Masih dalam pasal 2, dalam rangka melakukan pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan berpedoman pada Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)yang diatur dalam peraturan pemerintah (PP 60 Tahun 2008).
Masih dalam pasal 2 bahwa tujuan SPIP adalah untuk memberikan keyakinan yang memadai bagai tercapainya efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan negara,keandalan laporan keuangan,pengamanan aset negara, dan ketaatan terhqadap peraturan perundang-undangan
Indikator bahwa pengelolaan keuangan negara sudah transparan dan akuntable adalah opini BPK atas laporan keuangan pemerintah pusat dan daerah. Sedangkan indikator untuk efisien dan efektifitas belum diformulasikan secara jelas.
Untuk mencapai pengelolaan keuangan negara yang efektif, efesien, transparan dan akuntable, maka setiap Pimpinan Instansi Pemerintah harus memperhatikan unsur-unsur dalam spip, yaitu :
1. Lingkungan Pengendalian
2. Penilaian Risiko
3. Kegiatan Pengendalian
4. Informasi dan Komunikasi
5. Pemantauan Pengendalian

1. Linkungan Pengendalian
Pimpinan Instansi Pemerintah dan seluruh prgawai wajib menciptakan dan memelihara lingkungan pengendalian yang menimbulkan prilaku positif dan kondusif untuk penerapan Sistem Pengendalian Intern dalam lingkungan kerjanya, melalui :

1) Penegakan intergritas dan nikaI etika
2) Komitment terhadap kompetensi
3) Kepemimpinan yang kondusif
4) Pembentukan strktur orgainisasi sesuai kebutuhan
5) Pendegelasian wewenang dan tanggung jawab yang tepat
6) Penyusunan dan penerapan kebijakan yang sehat tentang pembinaan sumber daya manuia
7) Perwujudan peran aparat pengawasan intern pemerintah yang efektif
8) Hubungan kerja yang baik dengan Instansi Pemerintah terkait

Dalam prosesnya kedelpan poin di atas tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dan harus terintergrasi antara satu dengan yang lainnya, namun demikian dari kedelapan poni di atas yang paling dominan adalah poin 1,2 dan 3, karena bila ketiga poin tersebut lemah, maka penciptaan lingkungan pendalian yang konduif menjadi tidak efektif. Khusus untuk penegakan intergritas dan nilai etika, oerna pimpinan sebagai tauladan sangat penting.
Lingkungan pengendalian merupakan untuk unsur-unsur lainnya, karena bila lingkungan pengendalian tidak kondusif maka unsusr-unsur lainnya dalam SPIP menjadi tidak efektif

2.Penilaian Risiko

Disamping menciptakan dan memelihara lingkungan yang kondusif dilingkungan kerjanya ,maka Pimpinan Instansi diwajibkan untuk melakukan penilaian risiko terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan menghalangi/mengagalkan pencapaian tujuan instansi. Dalam melalui penilaian risiko, penetapan program/kegiatan akan lebih efisien dan efektif

3.Kegiatan Pengendalian

Untuk mencapai tujuan instansi maka diperlukan kegiatan- kegiatan yang tepat, maka sebelum ditetapkan kegiatan, maka perlu diadakan analisis resiko terhadap tujuan instansi. Dengan demikian kegiatan yang diciptakan betul-betul kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan instansi

4. Informasi dan Komunikasi

Dalam rangka pencapaian tujuan instansi, peranan informasi dan komunikasi sangat penting, karena bil ada stagnasi dijalur informasi dan komunikasi maka kegagalan pencapaian tujuan isntansi bisa terjadi. Kegagalan dikarenakan media yang tersedia tidak optimal atau gangguan pada Sumber Daya Manusia.

5. Pemantauan

Dalam proses pencapaian tujuan instansi, unsur pemantauan tidak bisa diabaikan dari proses,kareana tanpa pemantauan maka perbaikan secara dini atas hal-hal yang menggangu pencapaian tujan sulit dilakukan. Pemnataun ini dapat dilaksanakan Pimppinan Instansi atau hasil pemantauan Pemeriksa Internal Instansi yang bersangkutan.

Sekali lagi PERLU DIINGAT bahwa untuk membangun Sistem Pengendalian Intern di Intansi PemerintaH, diperlukan lingkungan pengendalian yang kondusif. Untuk membangun lingkungan pengendalian yang kondusif tidak lah mudah, karena banyak variable yang menetukan,khusunya pimpinan tertinggi yaitu Presiden atau Kepala Daerah. Selama Pemilihan Presiden?Kepla Daerah masih seperti sekarang dengan Anngaran yang cukup besar, yang mengakibatkan Calon Presiden/Kepala Daerah akan mencari sumber dana dengan “berbagai cara” dan hal ini akan mempangaruhi pada saat sudah terpilih dan juga secara otomatis akan sulit untuk membangun lingkungan pengendalian yang sehat.

Kalau kita membangun SPIP dengan kondisi lingkungan pengendalian tidak kondusif, maka akibatnya yang dibangun fromalitas belaka. Kalau demikian jangan diharapkan tujuan SDPIP akan berhasil

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 469 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: